Apa itu Enterprise, Sistem Enterprise dan perusahaan yang menggunakannya?
1. Enterprise
Enterprise adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan , dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin
Enterprise adalah sebuah sistem dari manusia, peralatan, material, data, kebijakan dan prosedur yang muncul untuk menyediakan sebuah produk atau pelayanan , dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Sistem enterprise mendukung struktur organisasi yang sebelumnya tidak mungkin untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih disiplin
2. Apa itu Sistem Enterprise ?
Dalam kondisi di sebuah
perusahaan, kebanyakan orang yang mengandalkan laporan tertulis akan mengalami
kesulitan, karena laporan tersebut belum tentu terbaru dan akurat, sehingga
sulit untuk memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh. Contohnya saat tim sales
memasukan pesanan, mereka tidak tahu apakah barang yg mereka pesan ada stoknya
di gudang atau tidak dan tim produksi sulit untuk memprediksi jumlah barang
baru yang harus diproduksi berdasarkan data penjualan. Oleh karena itu kita
membutuhkan system salah satunya ialah enterprise system atau ERP.
3. Penerapan Sistem Enterprise pada persusahaan.
Contoh perusahaan yang menggunakan sistem enterprise adalah PT.HM Sampoerna, perusahaan tersebut menggunakan ERP (enterprise resource
planning) merupakan tulang punggung
teknologi dari e-business, sebuah kerangka kerja transaksi keseluruhan
perusahaan dengan berbagai hubungan ke pemprosesan pesanan, penjualan,
manajemen dan pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi
serta keuangan.
Tujuan
sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan.
ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan yang digunakan
untuk :
1. Otomatisasi
dan integrasi banyak proses bisnis. Baik proses bisnis perusahaan manufaktur
atau jasa.
2. Membagi
database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
3. Menghasilkan
informasi yang real-time.
4. Memungkinkan
perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
PT.
HM Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia
selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian
menjadi sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen
logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku,
distribusi bahan baku, data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir
jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa
dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan
proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun
Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
Pembangunan
fondasi sistem TI di HMS dimulai tahun 1992, sedangkan peralihan dari pola
local area network (LAN) ke wide area network (WAN)
dilakukan pada 1995. Setelah itu, aplikasi bisnis korporat menjadi fokus
perhatian berikutnya. Setelah melalui proses screening, manajemen memutuskan
untuk menggunakan aplikasi ERP dari Oracle (yang masih dipakai hingga
sekarang). “Sampoerna memang memakai Oracle, sedangkan Philip Morris di seluruh
dunia memakai SAP. Ke depan, tentunya mesti sama. Saat ini, untuk
mengintegrasikan sistemnya. Menurut Sugiharto Hartono, Direktur Penjualan,
Perencanaan, Sistem & Pengembangan PT Panamas, penggunaan ERP dari Oracle
itu mencakup hampir semua proses bisnis penting, mulai dari akuntansi dan
keuangan, manufaktur, hingga pengadaan barang dan manajemen barang jadi. ERP
Oracle juga digunakan di anak usaha HMS, yakni PT Panamas (perusahaan penjualan
dan distribusi HMS) dan PT Handal Logistik Nusantara (perusahaan logistik dan
pergudangan). “Unit-unit bisnis dalam naungan Sampoerna juga menggunakan
aplikasi yang dikembangkan sendiri untuk melengkapi solusi ERP. Bukti sudah
modernnya sistem TI di HMS juga terlihat pada sistem rantai pasokan (supply
chain management).
Puluhan
ribu petani tembakau HMS semuanya sudah dikelola dengan bantuan TI, yakni
sistem berbasis bar code. Di bar code itu tercatat nama petani, luas petaknya,
jenis tembakau dan varietasnya, dan sebagainya. Jadi, ketika panen, tembakau
(yang dibungkus) sudah bisa dikirim dengan bar code. Dengan begitu, di tempat
penampungan – yakni di Lombok dan Madura – hasil panen tadi sudah bisa langsung
dipindai (scan), sehingga tidak perlu ada petugas yang mencatat lagi. Sistem
barcoding telah diterapkan pula dalam kegiatan pembelian material dan proses di
gudang. sistem barcoding digunakan karena grade daun tembakau yang dihasilkan
para petani berbeda-beda.
Strategi
TI HMS lebih pada mengonsolidasikan sistem aplikasi yang ada, dan memberi
respons pada permintaan bisnis yang baru. Misalnya, melakukan stardardisasi
proses bisnis dengan mengimplementasi solusi ERP yang sama yang digunakan oleh
HMS kepada semua unit bisnis.
Penerapan
suatu ERP sistem itu adalah suatu proses yang kontinu. Begitu dimulai sudah
tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik kesempurnaannya. Yang ada
hanyalah proses penyempurnaan yang tak terhenti. Maka penilaian ERP juga mesti
dilakukan dengan sungguh-sungguh. Banyak faktor yang perlu dipikirkan pada
seleksi ERP. Pada umumnya, ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji
kesuksesannya. Namum kesuksesan di negara lain belum tentu bisa menjadi suatu
jaminan bagi kita. Masalah sumber daya manusia dan infrastruktur juga menjadi
faktor penentu ERP akan berkembang terus sesuai dengan tuntutan konsumen.
Sumber :
Comments
Post a Comment